1. Beranda
  2. WordPress
  3. Cara Install WordPress di cPanel: Manual dan dengan Softaculous
WordPress

Cara Install WordPress di cPanel: Manual dan dengan Softaculous

Cara install WordPress di cPanel lewat Softaculous atau manual, dari membuat database sampai pengaturan pertama: permalink, zona waktu, dan keamanan dasar.

Daftar isi
  1. Persiapan sebelum instalasi
  2. Metode 1: Install dengan Softaculous
  3. Metode 2: Install WordPress secara manual
  4. Softaculous atau manual
  5. Pengaturan pertama setelah instalasi
  6. Sumber dan referensi

Ada dua cara memasang WordPress di hosting yang memakai cPanel: lewat auto installer Softaculous yang selesai dalam beberapa menit, atau secara manual dengan mengunggah file dan membuat database sendiri. Cara pertama paling praktis, sedangkan cara manual berguna bila Softaculous tidak tersedia atau Anda ingin memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik layar. Panduan ini membahas keduanya, lalu pengaturan pertama yang sebaiknya langsung Anda lakukan setelah instalasi.

Persiapan sebelum instalasi

Pastikan hal-hal berikut sudah beres:

  • Domain sudah diarahkan ke hosting (nameserver atau A record sudah mengarah ke server) dan sudah aktif.
  • Anda bisa login ke cPanel.
  • Versi PHP dan database di hosting memenuhi persyaratan WordPress terbaru. Bandingkan halaman persyaratan resmi WordPress dengan menu pemilihan versi PHP di cPanel.
  • SSL sudah aktif, atau setidaknya siap dipasang. Memasang WordPress langsung dengan alamat https:// lebih mudah daripada mengubahnya belakangan. Langkahnya ada di panduan memasang SSL gratis.

Metode 1: Install dengan Softaculous

Softaculous adalah auto installer yang disertakan di banyak paket cPanel. Letak menu dan nama kolomnya bisa sedikit berbeda tergantung versi dan tema cPanel yang dipakai penyedia.

  1. Buka Softaculous. Di halaman utama cPanel, cari bagian Software atau ketik "Softaculous" di kolom pencarian, lalu klik Softaculous Apps Installer.
  2. Pilih WordPress. Klik ikon WordPress, lalu tombol Install Now.
  3. Tentukan URL instalasi. Pilih protokol https:// (bila SSL sudah aktif) dan domain Anda. Kolom direktori kadang terisi otomatis, misalnya "wp". Kosongkan kolom ini bila WordPress ingin dipasang di alamat utama domain, bukan di subfolder.
  4. Isi pengaturan situs. Masukkan nama situs dan deskripsi singkat. Keduanya bisa diubah nanti dari dasbor.
  5. Buat akun admin. Hindari nama pengguna "admin". Gunakan kata sandi panjang dan unik, serta email yang aktif karena email ini dipakai untuk reset kata sandi dan pemberitahuan penting.
  6. Pilih bahasa. Pilih Bahasa Indonesia bila ingin dasbor berbahasa Indonesia.
  7. Periksa opsi lanjutan. Di sini Anda bisa mengganti nama database dan prefiks tabel, serta mengatur backup dan pembaruan otomatis. Bila ragu, biarkan nilai bawaan.
  8. Klik Install. Setelah selesai, Softaculous menampilkan tautan ke situs dan halaman login admin, biasanya di domainanda.com/wp-admin.

Metode 2: Install WordPress secara manual

Unduh dan unggah file WordPress

  1. Unduh paket WordPress terbaru dalam format ZIP dari situs resmi wordpress.org. Jangan mengambil file WordPress dari situs pihak ketiga.
  2. Di cPanel, buka File Manager dan masuk ke folder public_html, yaitu folder utama domain. Untuk domain tambahan, folder utamanya bisa berbeda; lihat di menu Domains.
  3. Klik Upload, pilih file ZIP tadi, lalu tunggu sampai unggahan selesai.
  4. Klik kanan file ZIP dan pilih Extract. Hasilnya adalah folder bernama wordpress.
  5. Buka folder wordpress, pilih semua isinya, lalu pindahkan (Move) ke public_html. Hapus folder wordpress yang sudah kosong dan file ZIP-nya.

Buat database dan pengguna MySQL

  1. Buka MySQL Database Wizard di cPanel.
  2. Buat database baru. cPanel otomatis menambahkan awalan nama akun, sehingga nama lengkapnya menjadi seperti namaakun_wp.
  3. Buat pengguna database dengan kata sandi yang kuat. Catat nama pengguna lengkap (juga berawalan nama akun) beserta kata sandinya.
  4. Pada halaman hak akses, centang ALL PRIVILEGES, lalu simpan.

Jalankan installer WordPress

  1. Buka domain Anda di browser. Installer WordPress akan muncul dan meminta Anda memilih bahasa.
  2. Masukkan nama database, nama pengguna database, kata sandi, dan host database. Di sebagian besar hosting cPanel, host database adalah localhost, tetapi ikuti informasi dari penyedia bila berbeda.
  3. Prefiks tabel bawaan adalah wp_. Anda boleh menggantinya, misalnya menjadi wpx7_, meskipun manfaat keamanannya terbatas.
  4. Bila installer tidak bisa membuat file wp-config.php sendiri, ia akan menampilkan isi file tersebut. Buat file wp-config.php di public_html lewat File Manager, tempel isinya, simpan, lalu lanjutkan instalasi.
  5. Isi judul situs, nama pengguna admin, kata sandi, dan email, lalu klik tombol instal.

Softaculous atau manual

Aspek Softaculous Manual
Waktu Beberapa menit Lebih lama
Keahlian Hampir tidak perlu Paham File Manager dan database
Kontrol Mengikuti opsi installer Penuh atas setiap langkah
Fitur tambahan Backup dan pembaruan dari panel Diatur sendiri
Cocok untuk Pemula, instalasi cepat Hosting tanpa Softaculous, belajar, pemecahan masalah

Pengaturan pertama setelah instalasi

Login ke dasbor di domainanda.com/wp-admin, lalu selesaikan pengaturan berikut sebelum mulai menulis konten.

Permalink

Buka Pengaturan > Tautan Permanen dan pilih struktur Nama pos. URL seperti domainanda.com/judul-artikel lebih mudah dibaca pengunjung dan mesin pencari daripada URL berisi angka. Tetapkan struktur ini sejak awal, karena mengubahnya setelah situs terindeks memerlukan pengalihan URL.

Zona waktu dan bahasa

Di Pengaturan > Umum, pilih zona waktu berdasarkan kota, misalnya Jakarta, Makassar, atau Jayapura, sesuai lokasi bisnis Anda. Zona waktu yang salah membuat jadwal terbit artikel meleset. Di halaman yang sama Anda bisa mengatur bahasa situs dan format tanggal, sekaligus memastikan Alamat WordPress dan Alamat Situs sudah memakai https://.

Hapus konten contoh

WordPress membuat satu pos contoh ("Halo dunia!"), satu halaman contoh, dan satu komentar contoh. Hapus semuanya, lalu kosongkan juga tempat sampah. Periksa menu Plugin dan Tampilan > Tema: hapus plugin yang tidak akan dipakai dan tema yang tidak aktif, tetapi sisakan satu tema bawaan sebagai cadangan bila tema utama bermasalah.

Visibilitas mesin pencari

Buka Pengaturan > Membaca dan pastikan opsi yang meminta mesin pencari untuk tidak mengindeks situs tidak dicentang ketika situs sudah siap tayang. Opsi ini sering diaktifkan selama pembangunan situs, lalu terlupakan.

Dasar keamanan

  • Gunakan kata sandi unik untuk akun admin dan aktifkan autentikasi dua faktor (memerlukan plugin).
  • Pasang plugin dan tema hanya dari direktori resmi WordPress atau pengembang yang jelas reputasinya, dan hapus yang tidak dipakai.
  • Biarkan pembaruan otomatis untuk rilis keamanan WordPress tetap aktif (bawaannya aktif), dan rutin perbarui plugin serta tema.
  • Jadwalkan backup rutin yang salinannya disimpan di luar server hosting.
  • Buat akun terpisah dengan peran Editor atau Penulis untuk orang lain yang mengisi konten, jangan berbagi akun admin.

Langkah pengamanan lanjutan kami bahas di langkah dasar keamanan website. Setelah konten mulai bertambah, lanjutkan dengan cara mempercepat website WordPress agar situs tetap ringan.

Instalasinya sendiri hanya butuh beberapa menit; yang membedakan situs yang rapi dari situs yang merepotkan adalah pengaturan di jam pertama setelahnya. Selesaikan permalink, zona waktu, pembersihan konten contoh, dan dasar keamanan sebelum menulis artikel pertama, sehingga Anda tidak perlu membongkar struktur situs ketika pengunjung mulai berdatangan.

Sumber dan referensi