1. Beranda
  2. SEO
  3. Dasar SEO On-Page untuk Website Bisnis Kecil di Indonesia
SEO

Dasar SEO On-Page untuk Website Bisnis Kecil di Indonesia

Dasar SEO on-page untuk website bisnis kecil: title tag, meta description, heading, URL, link internal, gambar, kecepatan, mobile, dan SEO lokal di Google.

Daftar isi
  1. Mulai dari cara orang Indonesia mencari
  2. Title tag dan meta description
  3. Struktur heading yang runtut
  4. URL yang pendek dan mudah dibaca
  5. Link internal
  6. Gambar: alt text dan ukuran file
  7. Kecepatan halaman dan tampilan mobile
  8. Ringkasan elemen on-page
  9. SEO lokal dengan Google Business Profile
  10. Sumber dan referensi

Website bisnis yang rapi secara tampilan belum tentu mudah ditemukan di Google. SEO on-page adalah pekerjaan di dalam halaman Anda sendiri: cara menulis judul, menyusun konten, memberi keterangan gambar, sampai memastikan halaman cepat dibuka di ponsel. Semua langkah di bawah ini bisa dikerjakan sendiri tanpa biaya. Tidak ada yang bisa menjamin posisi tertentu di hasil pencarian, tetapi Anda bisa membuat halaman yang jelas bagi pengunjung dan mudah dipahami mesin pencari.

Mulai dari cara orang Indonesia mencari

Sebelum menyentuh pengaturan teknis, pahami bagaimana calon pelanggan mengetik pencarian. Mereka jarang memakai bahasa formal. Yang diketik biasanya "servis AC dekat sini", "harga pasang kanopi per meter", atau "les privat matematika SD Bekasi". Kata seperti harga, terdekat, murah, jasa, ditambah nama kota atau kecamatan, sangat umum dalam pencarian lokal.

Cara sederhana menemukan pola pencarian ini:

  1. Ketik layanan Anda di kolom Google dan perhatikan saran otomatis yang muncul.
  2. Lihat kotak pertanyaan terkait dan daftar penelusuran terkait di bagian bawah hasil pencarian.
  3. Catat pertanyaan yang sering diajukan pelanggan lewat WhatsApp atau telepon. Itu bahan konten yang paling jujur.
  4. Setelah website berjalan, buka laporan Performa di Google Search Console untuk melihat kueri yang benar-benar memunculkan halaman Anda. Langkahnya ada di panduan Google Search Console untuk pemula.

Kenali juga niat di balik pencarian. Kueri "cara merawat AC" bersifat informasional dan cocok dijawab dengan artikel. Kueri "jasa cuci AC Depok" bersifat transaksional dan cocok diarahkan ke halaman layanan yang memuat kisaran harga, area layanan, dan tombol kontak. Satu halaman sebaiknya fokus pada satu niat utama agar isinya tidak bercampur.

Title tag dan meta description

Title tag adalah judul yang tampil sebagai tautan di hasil pencarian dan di tab browser. Tulis judul yang unik untuk setiap halaman, letakkan kata kunci utama di bagian depan, dan tambahkan nama bisnis di akhir jika masih muat. Google memotong judul berdasarkan lebar tampilan, bukan jumlah karakter yang pasti, sehingga panjang sekitar 50 sampai 60 karakter umumnya aman.

Meta description adalah ringkasan di bawah judul. Deskripsi ini bukan faktor peringkat langsung, dan Google kadang menggantinya dengan potongan teks dari halaman. Meski begitu, deskripsi yang jelas membantu orang memutuskan untuk mengklik. Jelaskan apa yang ditawarkan halaman, sebutkan area layanan bila relevan, dan jangan memakai deskripsi yang sama di banyak halaman.

Struktur heading yang runtut

Gunakan satu H1 per halaman yang menggambarkan topik utamanya. Di WordPress, judul halaman biasanya otomatis menjadi H1. Bagian di bawahnya memakai H2, dan subbagian memakai H3. Jangan memilih level heading hanya karena ukuran hurufnya terlihat pas; atur tampilan lewat tema. Struktur yang runtut memudahkan pembaca yang memindai halaman di ponsel dan membantu mesin pencari memahami susunan isi.

URL yang pendek dan mudah dibaca

Bandingkan bisnisanda.com/jasa-pasang-kanopi-bandung dengan bisnisanda.com/?p=123. Versi pertama langsung menjelaskan isi halaman kepada pengunjung dan mesin pencari. Pedomannya:

  • Pakai huruf kecil dan pisahkan kata dengan tanda hubung, bukan garis bawah.
  • Buang kata yang tidak perlu, tetapi tetap deskriptif.
  • Di WordPress, buka Pengaturan > Permalink dan pilih struktur berbasis nama tulisan sebelum website mulai ramai.
  • Jika URL lama terpaksa diubah, pasang redirect 301 ke alamat baru agar pengunjung dan mesin pencari tidak mendarat di halaman 404.

Link internal menghubungkan halaman-halaman di website Anda sendiri. Link ini membantu pengunjung menemukan informasi berikutnya dan membantu Google menemukan serta memahami hubungan antarhalaman. Tautkan artikel blog ke halaman layanan yang relevan, dan sebaliknya. Gunakan teks tautan yang deskriptif seperti "paket perawatan taman bulanan" alih-alih "klik di sini". Pastikan setiap halaman penting bisa dicapai dalam beberapa klik dari beranda, dan jangan biarkan ada halaman yang tidak ditautkan dari mana pun.

Gambar: alt text dan ukuran file

Isi alt text dengan deskripsi singkat tentang isi gambar, misalnya "kanopi baja ringan model minimalis di carport rumah". Alt text membantu pengguna pembaca layar dan memberi konteks bagi mesin pencari. Jangan menjejalkan daftar kata kunci ke dalamnya.

Ukuran file gambar sering menjadi penyebab utama halaman lambat. Perkecil dimensi gambar sesuai ukuran tampilnya, kompres sebelum diunggah, dan gunakan format modern seperti WebP bila memungkinkan. Beri nama file yang jelas, misalnya kanopi-minimalis-bandung.webp, bukan IMG_20240512.jpg.

Kecepatan halaman dan tampilan mobile

Google memakai versi mobile sebuah halaman sebagai acuan utama pengindeksan, dan banyak pengunjung website usaha lokal datang dari ponsel. Pastikan teks terbaca tanpa perlu memperbesar layar, tombol cukup besar untuk disentuh, nomor telepon bisa langsung diketuk, dan tidak ada popup yang menutupi seluruh konten.

Untuk kecepatan, Google merangkum pengalaman pengguna dalam Core Web Vitals: LCP (seberapa cepat konten utama tampil), INP (seberapa responsif halaman saat diklik atau diketuk), dan CLS (seberapa stabil tata letak saat dimuat). Ukur halaman Anda dengan PageSpeed Insights, lalu ikuti langkah teknis di artikel cara mempercepat website WordPress.

Ringkasan elemen on-page

Elemen Tempat mengatur Hal yang perlu diperhatikan
Title tag Plugin SEO atau pengaturan tema Unik per halaman, kata kunci di depan
Meta description Plugin SEO Menjelaskan isi dan manfaat halaman
Heading Editor halaman Satu H1, lalu H2 dan H3 berurutan
URL Pengaturan permalink Pendek, huruf kecil, memakai tanda hubung
Link internal Isi konten Teks tautan yang deskriptif
Gambar Pustaka media Alt text jelas, file terkompres
Kecepatan dan mobile Hosting, tema, plugin Cek Core Web Vitals secara berkala

SEO lokal dengan Google Business Profile

Untuk usaha yang melayani pelanggan di area tertentu, Google Business Profile sering sama pentingnya dengan website. Profil inilah yang muncul di Google Maps dan di panel bisnis lokal pada hasil pencarian.

  1. Klaim atau buat profil bisnis, lalu selesaikan proses verifikasi yang diminta Google.
  2. Pilih kategori utama yang paling tepat menggambarkan usaha Anda, lalu tambahkan kategori tambahan bila relevan.
  3. Tulis nama, alamat, dan nomor telepon persis sama dengan yang tercantum di website. Data yang konsisten memudahkan Google mencocokkan profil dengan website Anda.
  4. Isi jam buka, area layanan, foto asli tempat usaha atau hasil kerja, dan tautan ke website.
  5. Minta ulasan dari pelanggan yang benar-benar puas, lalu balas setiap ulasan dengan sopan, termasuk yang negatif. Jangan membeli ulasan atau menawarkan imbalan, karena hal itu melanggar kebijakan Google dan berisiko membuat profil dibatasi.

Di website, buat halaman kontak yang mencantumkan alamat lengkap dan peta lokasi. Jika Anda memang melayani beberapa kota, buat halaman layanan per area dengan informasi yang benar-benar berbeda, seperti contoh proyek atau waktu kunjungan di kota tersebut. Puluhan halaman kota dengan isi yang hampir sama jarang membantu pengunjung dan bisa dianggap konten berkualitas rendah.

Kerjakan perbaikan satu per satu, mulai dari halaman yang paling berpengaruh pada penjualan: beranda, halaman layanan utama, dan halaman kontak. Setelah itu, pantau hasilnya di Search Console selama beberapa minggu, karena perubahan on-page butuh waktu untuk diproses dan dampaknya berbeda di setiap website.

Sumber dan referensi