1. Beranda
  2. Domain
  3. Panduan Domain untuk Pemula: Memilih, Mendaftarkan, dan Mengelola Nama Domain
Domain

Panduan Domain untuk Pemula: Memilih, Mendaftarkan, dan Mengelola Nama Domain

Panduan domain untuk pemula: memilih nama dan ekstensi, peran registrar dan reseller, privasi WHOIS, masa kedaluwarsa, dasar DNS, dan cara transfer domain.

Daftar isi
  1. Cara memilih nama domain
  2. Memilih ekstensi: .com, .id, atau .co.id
  3. Registry, registrar, dan reseller
  4. Privasi WHOIS
  5. Perpanjangan dan masa kedaluwarsa
  6. Dasar DNS yang perlu Anda pahami
  7. Memindahkan domain ke registrar lain
  8. Sumber dan referensi

Nama domain adalah alamat yang dipakai orang untuk menemukan situs dan email Anda, dan kesalahan kecil saat mendaftarkannya bisa merepotkan bertahun-tahun kemudian. Panduan ini membahas cara memilih nama dan ekstensi, siapa saja yang terlibat dalam pengelolaan domain, cara menjaga domain agar tidak kedaluwarsa, dasar pengaturan DNS, dan langkah memindahkan domain ke registrar lain.

Cara memilih nama domain

Nama domain yang baik mudah diucapkan, mudah diketik, dan tidak menimbulkan salah tulis saat disebutkan lewat telepon. Beberapa pedoman praktis:

  • Pendek dan jelas. Hindari kata yang terlalu panjang atau gabungan kata yang sulit dibaca tanpa spasi.
  • Hindari tanda hubung dan angka, kecuali memang bagian dari nama merek. Orang sering lupa mengetik tanda hubung, dan angka membuat pendengar bingung apakah harus ditulis sebagai angka atau huruf.
  • Cek merek dagang. Jangan memakai nama yang jelas milik merek lain. Selain berisiko hukum, domain seperti itu bisa diambil alih melalui mekanisme penyelesaian sengketa domain.
  • Cek riwayat domain. Domain yang pernah dipakai orang lain bisa membawa reputasi buruk, misalnya bekas situs spam. Cari nama domain tersebut di mesin pencari dan arsip web publik sebelum membeli.
  • Selaraskan dengan media sosial. Jika memungkinkan, samakan nama domain dengan nama akun media sosial usaha Anda.

Memilih ekstensi: .com, .id, atau .co.id

Ekstensi atau TLD (top-level domain) adalah bagian setelah titik terakhir pada nama domain. Pilihan ini memengaruhi kesan pertama, syarat pendaftaran, dan biaya perpanjangan.

Ekstensi Cocok untuk Syarat pendaftaran Catatan
.com Usaha dengan pasar umum atau internasional Umumnya cukup data kontak Paling dikenal, tetapi nama pendek banyak yang sudah terpakai
.id Individu atau usaha di Indonesia Umumnya identitas Indonesia, seperti KTP atau dokumen badan usaha Menunjukkan identitas Indonesia dengan jelas
.co.id Badan usaha di Indonesia Dokumen legalitas usaha, misalnya NIB atau akta Memberi kesan perusahaan resmi
.web.id, .my.id, .biz.id Situs pribadi, komunitas, atau usaha kecil Bervariasi, cek registrar Alternatif untuk proyek yang lebih kecil

Rincian syarat untuk setiap ekstensi .id ada di artikel syarat mendaftar domain .id. Untuk usaha lokal, mendaftarkan dua ekstensi sekaligus (misalnya .com dan .id) lalu mengarahkan salah satunya ke yang lain adalah cara sederhana untuk melindungi nama usaha.

Registry, registrar, dan reseller

Ada tiga pihak dalam setiap pendaftaran domain:

  • Registry mengelola database seluruh domain dalam satu ekstensi. Untuk .id, registry-nya adalah PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia). Ekstensi generik seperti .com dikelola oleh registry masing-masing di bawah kebijakan ICANN.
  • Registrar adalah perusahaan yang terakreditasi untuk mendaftarkan domain ke registry. Registrar ekstensi generik diakreditasi ICANN, sedangkan registrar .id diakreditasi PANDI.
  • Reseller menjual domain atas nama registrar. Banyak penyedia hosting sebenarnya berperan sebagai reseller.

Membeli dari reseller tidak salah, tetapi pastikan dua hal. Pertama, data pemilik (registrant) domain adalah nama dan email Anda sendiri, bukan nama reseller atau jasa pembuat situs. Kedua, Anda punya akses ke panel pengelolaan domain, minimal untuk mengubah nameserver dan meminta kode transfer. Domain yang terdaftar atas nama pihak lain sering menjadi sumber masalah ketika hubungan kerja berakhir.

Privasi WHOIS

Data pemilik domain dulu tercatat di database WHOIS publik dan bisa dilihat siapa saja. Seiring menguatnya aturan perlindungan data, banyak registry dan registrar kini menyamarkan data pribadi secara otomatis, dan akses data pendaftaran domain generik sudah beralih ke protokol RDAP. Sebagian registrar juga menawarkan layanan privasi yang mengganti data kontak Anda dengan data perantara.

Privasi WHOIS mengurangi spam dan upaya penipuan, tetapi pastikan email kontak tetap aktif dan rutin Anda baca. Registrar mengirim pemberitahuan perpanjangan dan permintaan verifikasi ke alamat tersebut. Untuk ekstensi generik, registrar wajib memverifikasi email pemilik, dan domain bisa ditangguhkan jika verifikasi diabaikan. Untuk ekstensi .id, tampilan data mengikuti kebijakan PANDI.

Perpanjangan dan masa kedaluwarsa

Domain didaftarkan per periode, umumnya satu tahun atau lebih. Jika tidak diperpanjang, domain tidak langsung hilang, tetapi melewati beberapa tahap. Urutan dan durasinya berbeda menurut ekstensi dan registrar, jadi anggap tabel berikut sebagai gambaran umum.

Tahap Yang terjadi Peluang pemulihan
Aktif Domain berfungsi normal Bisa diperpanjang kapan saja
Masa tenggang (grace period) Situs dan email bisa berhenti berfungsi Umumnya bisa diperpanjang dengan harga normal atau sedikit lebih tinggi
Redemption period Domain ditahan sebelum dihapus Umumnya bisa dipulihkan dengan biaya tebusan yang jauh lebih mahal
Pending delete Domain menunggu penghapusan Tidak bisa dipulihkan, lalu domain dilepas untuk umum

Untuk banyak ekstensi generik, redemption period berlangsung sekitar 30 hari, tetapi masa tenggang sebelumnya bisa berbeda antarregistrar. Agar domain tidak lepas:

  1. Aktifkan perpanjangan otomatis dan pastikan metode pembayaran masih berlaku.
  2. Perpanjang beberapa tahun sekaligus untuk domain utama usaha.
  3. Gunakan email kontak yang tidak bergantung pada domain itu sendiri. Jika domain mati, email di domain yang sama ikut mati dan pemberitahuan perpanjangan tidak sampai.
  4. Catat tanggal kedaluwarsa di kalender pribadi, terpisah dari pengingat registrar.

Dasar DNS yang perlu Anda pahami

DNS menerjemahkan nama domain menjadi alamat server. Nameserver menentukan di mana catatan DNS domain Anda dikelola, misalnya di registrar, di penyedia hosting, atau di layanan CDN. Setelah nameserver ditentukan, Anda mengatur catatan (record) berikut:

Record Fungsi Contoh penggunaan
A Mengarahkan nama ke alamat IPv4 example.com ke IP server hosting
AAAA Mengarahkan nama ke alamat IPv6 Sama seperti A, untuk jaringan IPv6
CNAME Membuat alias ke nama lain www.example.com ke example.com
MX Menentukan server penerima email Email domain di layanan email pilihan Anda
TXT Menyimpan teks untuk verifikasi dan kebijakan Verifikasi Google Search Console, SPF, DKIM, DMARC

CNAME tidak boleh dipasang pada domain utama (apex), karena record tersebut tidak boleh berdampingan dengan record lain pada nama yang sama. Untuk domain utama, gunakan record A atau AAAA. Pengaturan MX dan TXT untuk email dibahas di panduan membuat email dengan domain sendiri.

Setiap record punya TTL (time to live), yaitu berapa lama resolver boleh menyimpan jawaban di cache. Perubahan DNS terlihat bertahap karena cache di berbagai resolver kedaluwarsa pada waktu berbeda. Sebelum pindah server, turunkan TTL sehari sebelumnya agar perubahan lebih cepat menyebar. Langkah lengkapnya ada di panduan pindah hosting tanpa downtime.

Memindahkan domain ke registrar lain

Transfer domain berguna jika Anda ingin menyatukan semua domain di satu tempat atau tidak puas dengan layanan registrar lama. Langkah umumnya:

  1. Pastikan domain aktif dan tidak mendekati tanggal kedaluwarsa, karena transfer di hari-hari terakhir berisiko gagal.
  2. Periksa data kontak domain dan pastikan email pemilik bisa diakses.
  3. Buka kunci transfer (registrar lock atau transfer lock) di panel registrar lama.
  4. Minta kode otorisasi, yang juga disebut EPP code atau auth code.
  5. Mulai transfer di registrar baru, masukkan kode tersebut, lalu bayar biaya transfer.
  6. Setujui email konfirmasi jika ada, lalu tunggu prosesnya selesai. Untuk ekstensi generik, transfer umumnya memakan waktu beberapa hari.

Beberapa hal perlu diperhatikan. Domain generik biasanya terkunci selama periode tertentu setelah pendaftaran atau transfer sebelumnya, yang selama bertahun-tahun ditetapkan 60 hari. Aturan transfer ICANN sedang diperbarui, jadi cek ketentuan terbaru di registrar Anda. Transfer domain generik umumnya menambah masa aktif satu tahun, sehingga sisa masa aktif tidak hangus. Catat semua record DNS sebelum transfer jika nameserver juga akan berpindah. Prosedur untuk ekstensi .id mengikuti aturan PANDI dan bisa berbeda, jadi tanyakan ke registrar tujuan sebelum memulai.

Domain yang terdaftar atas nama Anda sendiri, dengan email kontak yang aktif dan perpanjangan otomatis, jarang menimbulkan masalah. Luangkan waktu sebentar setiap tahun untuk memeriksa data pemilik, tanggal kedaluwarsa, dan record DNS, terutama jika ada orang lain yang ikut mengelola situs Anda.

Sumber dan referensi

  • ICANN Lookup: alat resmi untuk mengecek data pendaftaran domain generik, termasuk registrar dan tanggal kedaluwarsa.
  • PANDI: registry resmi domain .id, berisi kebijakan pendaftaran dan daftar registrar terakreditasi.
  • Cloudflare Learning: What is DNS?: penjelasan cara kerja DNS dan jenis-jenis record.