Syarat Mendaftar Domain .id: co.id, web.id, my.id, sch.id, ac.id, dan Lainnya
Kenali jenis domain .id seperti co.id, web.id, my.id, sch.id, dan ac.id, dokumen yang umumnya diminta, serta cara mendaftar tanpa tertahan verifikasi.
Daftar isi
Ekstensi .id adalah domain resmi Indonesia, dan setiap turunannya ditujukan untuk jenis pemilik tertentu. Karena itu, sebagian domain .id meminta dokumen identitas atau legalitas sebelum aktif, berbeda dengan .com yang umumnya cukup dengan data kontak. Panduan ini merangkum jenis domain .id dan dokumen yang biasanya diminta, supaya pendaftaran Anda tidak tertahan di tahap verifikasi.
Satu catatan penting sejak awal: syarat domain .id ditetapkan oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) dan dapat berubah sewaktu-waktu. Isi artikel ini adalah gambaran umum, bukan aturan resmi. Sebelum memesan, cek kebijakan terbaru di pandi.id dan tanyakan langsung ke registrar tempat Anda mendaftar.
Siapa yang mengatur domain .id
PANDI bertindak sebagai registry untuk ekstensi .id, yaitu pengelola database seluruh domain .id. Pendaftaran umumnya tidak dilakukan langsung ke PANDI, melainkan melalui registrar yang terakreditasi PANDI. Registrar menerima pesanan, memeriksa dokumen, lalu meneruskan pendaftaran ke registry. Daftar registrar resmi dapat dilihat di situs PANDI.
Jika Anda membeli domain .id lewat penyedia hosting, kemungkinan besar penyedia tersebut adalah reseller dari salah satu registrar. Pastikan data pemilik domain tercatat atas nama Anda atau lembaga Anda, bukan atas nama penjual. Penjelasan tentang peran registrar dan reseller ada di panduan domain untuk pemula.
Jenis domain .id dan peruntukannya
Tabel berikut merangkum peruntukan setiap ekstensi dan jenis dokumen yang umumnya diminta. Daftar dokumen bisa berbeda antarregistrar dan berubah mengikuti kebijakan PANDI.
| Ekstensi | Peruntukan umum | Dokumen yang umumnya diminta |
|---|---|---|
| .id | Perorangan atau badan usaha dengan identitas Indonesia | Identitas seperti KTP, atau dokumen badan usaha |
| .co.id | Badan usaha seperti PT, CV, atau bentuk usaha lain | Dokumen legalitas usaha, misalnya NIB atau akta, ditambah identitas penanggung jawab |
| .biz.id | Kegiatan usaha, termasuk usaha kecil | Bervariasi, cek registrar |
| .web.id | Umum, termasuk perorangan dan komunitas | Bervariasi, sering berupa identitas pendaftar |
| .my.id | Situs dan identitas pribadi | Bervariasi, cek apakah registrar meminta identitas |
| .or.id | Organisasi, yayasan, perkumpulan, dan komunitas | Dokumen organisasi, misalnya akta atau surat keterangan |
| .sch.id | Sekolah tingkat dasar dan menengah | Surat dari kepala sekolah dan data identitas sekolah |
| .ac.id | Perguruan tinggi dan lembaga akademik | Surat dari pimpinan perguruan tinggi dan dokumen izin lembaga |
| .go.id | Instansi pemerintah | Melalui prosedur khusus pemerintah, bukan registrar komersial biasa |
Ada juga ekstensi khusus lain, seperti .net.id untuk penyelenggara jaringan, .mil.id untuk lingkungan militer, .ponpes.id untuk pondok pesantren, dan .desa.id untuk pemerintahan desa. Masing-masing punya syarat sendiri yang perlu dicek sebelum mendaftar.
Jika Anda bukan WNI atau mewakili perusahaan asing, tanyakan dulu ke registrar apakah ekstensi yang Anda incar bisa didaftarkan dan dokumen apa yang berlaku. Ekstensi .id dirancang terutama untuk pemilik yang berkedudukan di Indonesia.
Dokumen yang biasanya diminta
Perorangan
- KTP elektronik yang masih berlaku, difoto atau dipindai dengan jelas.
- Data kontak aktif, yaitu email dan nomor telepon yang bisa dihubungi.
- Pada sebagian registrar, verifikasi tambahan untuk memastikan pendaftar adalah pemilik identitas.
Badan usaha
- NIB (Nomor Induk Berusaha) yang diterbitkan melalui sistem OSS.
- Akta pendirian beserta pengesahannya, jika diminta registrar.
- KTP direktur atau penanggung jawab.
- NPWP badan usaha, pada sebagian registrar.
Jika nama domain berbeda dari nama badan usaha, sebagian registrar meminta bukti hubungan antara nama tersebut dan usaha Anda, misalnya sertifikat merek. Tanyakan hal ini sebelum membayar, terutama untuk .co.id.
Sekolah dan perguruan tinggi
- Surat permohonan atau surat keterangan dari kepala sekolah (untuk .sch.id) atau pimpinan perguruan tinggi (untuk .ac.id), dengan kop surat resmi, tanda tangan, dan cap lembaga.
- Data lembaga, misalnya NPSN untuk sekolah atau dokumen izin pendirian untuk perguruan tinggi.
- Identitas petugas yang ditunjuk sebagai pengelola domain.
Organisasi
- Akta pendirian organisasi atau yayasan, atau surat keterangan terdaftar dari instansi terkait.
- Identitas ketua atau penanggung jawab organisasi.
Instansi pemerintah
Domain .go.id umumnya diajukan melalui jalur khusus yang ditetapkan pemerintah, dengan surat resmi dari pimpinan instansi. Prosedurnya berbeda dari pendaftaran domain komersial, jadi ikuti petunjuk terbaru dari kementerian yang membidangi urusan komunikasi dan digital.
Langkah mendaftarkan domain .id
- Cek ketersediaan nama. Gunakan fitur pencarian di situs registrar atau alat pencarian domain di situs PANDI.
- Pilih ekstensi yang sesuai dengan status Anda. Jangan memesan .co.id jika belum memiliki badan usaha, karena verifikasi akan gagal dan pesanan bisa tertunda lama.
- Siapkan dokumen dalam bentuk digital. Pindai atau foto dengan resolusi cukup, pastikan semua teks terbaca, dan gunakan format yang diterima registrar, umumnya PDF atau JPG.
- Pesan dan bayar. Simpan invoice dan bukti pembayaran. Panduan pembayaran yang aman ada di artikel cara membayar hosting dan domain.
- Unggah dokumen melalui panel registrar atau kirim sesuai instruksi yang diberikan.
- Tunggu verifikasi. Lamanya tergantung registrar dan kelengkapan dokumen. Domain umumnya baru aktif sepenuhnya setelah dokumen disetujui.
- Atur nameserver dan DNS setelah domain aktif, lalu arahkan ke hosting yang Anda gunakan.
Kesalahan yang membuat pendaftaran tertunda
Sebagian besar penundaan berasal dari hal-hal kecil yang mudah dicegah:
- nama pada dokumen tidak sama dengan nama pemilik yang diisi saat pemesanan,
- foto KTP buram, terpotong, atau terkena pantulan cahaya,
- dokumen sudah kedaluwarsa atau tidak lagi berlaku,
- surat sekolah atau organisasi tanpa kop resmi, tanda tangan, atau cap,
- email kontak salah ketik sehingga permintaan dokumen dari registrar tidak pernah sampai,
- nama domain tidak berkaitan dengan nama lembaga pada ekstensi yang mensyaratkan kesesuaian nama.
Tips untuk sekolah dan lembaga
Sekolah sebaiknya mendaftarkan domain atas nama sekolah, bukan atas nama guru atau operator yang sedang bertugas. Simpan akses panel domain dalam dokumen inventaris sekolah dan pastikan lebih dari satu orang mengetahuinya. Dengan cara ini, domain tidak hilang ketika petugas pindah tugas atau pensiun.
Satu domain .sch.id juga bisa dipakai untuk beberapa layanan melalui subdomain, misalnya elearning.namasekolah.sch.id untuk platform belajar daring dan perpustakaan.namasekolah.sch.id untuk katalog perpustakaan. Jika sekolah Anda sedang menyiapkan platform belajar daring, baca panduan hosting untuk e-learning sekolah.
Domain .id yang terdaftar dengan dokumen benar dan atas nama pemilik yang sah memberi kepastian jangka panjang bagi usaha maupun lembaga. Siapkan dokumen lebih dulu, konfirmasi syarat terbaru ke registrar, dan catat tanggal kedaluwarsa begitu domain aktif agar perpanjangan tidak terlewat.
Sumber dan referensi
- PANDI: registry resmi domain .id, berisi kebijakan pendaftaran dan daftar registrar terakreditasi.
- IANA Root Zone Database: .id: data resmi pengelola ekstensi .id di tingkat internasional.
- OSS Indonesia: sistem resmi pemerintah untuk mengurus NIB bagi badan usaha.