Hosting untuk E-Learning Sekolah: Spesifikasi Moodle dan Tips Memilih
Panduan hosting e-learning sekolah berbasis Moodle: memperkirakan kebutuhan server, PHP dan database, penyimpanan video, backup, SSL, dan subdomain sch.id.
Daftar isi
Platform e-learning sekolah punya pola beban yang berbeda dari situs profil biasa: sepi di sebagian besar waktu, lalu tiba-tiba ramai saat ratusan siswa membuka kuis pada jam yang sama. Hosting yang terasa cepat ketika diuji oleh admin bisa macet di hari ujian. Panduan ini membahas cara memperkirakan kebutuhan server untuk Moodle atau platform serupa, pilihan antara shared hosting dan VPS, serta pengaturan dasar seperti subdomain, SSL, dan backup.
Hitung pengguna bersamaan, bukan jumlah siswa terdaftar
Angka yang menentukan kebutuhan server adalah jumlah pengguna yang aktif bersamaan, yaitu siswa yang benar-benar mengirim permintaan ke server dalam rentang beberapa detik. Sekolah dengan seribu siswa terdaftar bisa saja hanya melayani sedikit pengguna aktif di hari biasa, tetapi bebannya melonjak saat satu angkatan mengerjakan ujian serentak.
Untuk memperkirakan beban puncak:
- Cari kegiatan paling berat, biasanya ujian atau kuis yang dibuka serentak untuk satu angkatan.
- Hitung jumlah siswa yang mengikuti kegiatan tersebut pada jam yang sama.
- Tambahkan cadangan, karena siswa yang gagal masuk cenderung memuat ulang halaman berkali-kali.
- Jika anggaran server terbatas, pertimbangkan membagi jadwal ujian per kelas atau per sesi.
Dokumentasi resmi Moodle memberi patokan kasar bahwa setiap 1 GB RAM umumnya dapat melayani sekitar 10 hingga 20 pengguna bersamaan. Angka ini sangat bergantung pada perangkat keras, konfigurasi, dan jenis aktivitas, jadi gunakan sebagai perkiraan awal dan uji sendiri sebelum hari ujian.
Perkiraan pilihan hosting berdasarkan skala
Tabel berikut adalah gambaran awal, bukan angka pasti. Kebutuhan nyata bergantung pada plugin yang dipasang, jenis aktivitas, dan konfigurasi cache.
| Skala penggunaan | Pilihan yang umumnya cocok | Catatan |
|---|---|---|
| Uji coba, satu atau dua kelas | Shared hosting yang mendukung Moodle | Cocok untuk belajar mengelola Moodle sebelum dipakai luas |
| Satu sekolah, aktivitas ringan, ujian bergiliran | Shared hosting kelas atas atau VPS kecil | Pantau batas proses dan memori di panel hosting |
| Satu sekolah, ujian serentak satu angkatan | VPS dengan RAM beberapa GB | Hitung kebutuhan RAM dari jumlah pengguna bersamaan |
| Beberapa sekolah dalam satu yayasan | VPS besar atau beberapa server terpisah | Pertimbangkan server database terpisah dan cache khusus |
Kebutuhan PHP dan database
Moodle berjalan di atas PHP dan membutuhkan database. Versi PHP minimum naik seiring rilis Moodle yang baru, jadi cek catatan rilis untuk versi Moodle yang akan Anda pasang sebelum membeli hosting. Hal-hal yang perlu dipastikan:
- Versi PHP sesuai syarat versi Moodle pilihan Anda, dan penyedia mengizinkan Anda mengganti versi PHP dari panel.
- Ekstensi PHP yang dibutuhkan Moodle tersedia, misalnya intl, mbstring, xml, zip, gd, curl, dan sodium. Halaman pemeriksaan lingkungan (Environment) di Moodle menunjukkan ekstensi yang masih kurang.
- Pengaturan
max_input_varsbisa dinaikkan. Moodle versi modern meminta nilai minimal 5000, sedangkan banyak hosting memakai nilai bawaan yang lebih rendah. - Database yang didukung, umumnya MySQL, MariaDB, atau PostgreSQL, dengan versi yang memenuhi syarat Moodle.
- Cron bisa dijalankan setiap menit. Moodle mengandalkan cron untuk mengirim notifikasi, menjalankan tugas terjadwal, dan membersihkan data sementara. Sebagian shared hosting membatasi frekuensi cron, dan hal ini sering menjadi penghambat.
- Folder data (moodledata) bisa ditempatkan di luar folder publik, supaya file siswa tidak dapat diakses langsung lewat browser.
Penyimpanan untuk materi dan video
Ruang disk cepat habis jika guru mengunggah video langsung ke Moodle. Video berukuran besar juga membebani bandwidth dan memperlambat server ketika banyak siswa memutarnya bersamaan. Beberapa langkah praktis:
- Simpan video di platform video terpisah, lalu sematkan (embed) atau tautkan ke kursus Moodle.
- Kompres video ke resolusi yang cukup untuk materi pelajaran sebelum diunggah.
- Atur batas ukuran unggahan di Moodle dan di pengaturan PHP (
upload_max_filesizedanpost_max_size) sesuai kebutuhan. - Ingat bahwa backup kursus ikut membesar jika file media disimpan di dalam Moodle.
Jika hosting mencantumkan disk "unlimited", tetap cek batas inode dan aturan penggunaan wajar. Moodle menyimpan banyak file kecil di folder data, sehingga batas inode bisa tercapai lebih dulu daripada batas ukuran disk. Penjelasannya ada di artikel hosting unlimited.
Subdomain dan SSL
Sekolah yang sudah memiliki domain .sch.id tidak perlu membeli domain baru. Cukup buat subdomain seperti elearning.namasekolah.sch.id:
- Di panel hosting, misalnya cPanel, buka menu Domains dan tambahkan subdomain baru dengan folder tersendiri.
- Jika DNS domain dikelola di tempat lain, tambahkan record A yang mengarah ke alamat IP server e-learning.
- Pasang sertifikat SSL untuk subdomain tersebut. Banyak panel menyediakan SSL gratis dari Let's Encrypt atau fitur AutoSSL.
- Isi alamat situs di konfigurasi Moodle (
$CFG->wwwroot) dengan awalanhttps://sejak awal instalasi, agar tidak perlu mengganti alamat di kemudian hari.
SSL wajib untuk platform yang meminta siswa login, karena tanpa HTTPS kata sandi dan data siswa dikirim tanpa enkripsi. Langkah pemasangannya ada di panduan SSL gratis Let's Encrypt. Jika sekolah belum memiliki domain, baca dulu syarat mendaftar domain .sch.id dan ekstensi .id lainnya.
Backup dan pemulihan
Data e-learning mencakup nilai, tugas, dan riwayat belajar siswa, sehingga kehilangan data langsung berdampak pada penilaian. Backup Moodle yang lengkap terdiri dari tiga bagian:
- Database, berisi data pengguna, nilai, dan pengaturan.
- Folder moodledata, berisi file unggahan dan materi.
- Folder kode Moodle, termasuk plugin dan tema tambahan.
Fitur backup kursus bawaan Moodle (file .mbz) berguna untuk menyalin atau mengarsipkan kursus, tetapi tidak menggantikan backup server secara menyeluruh. Praktik yang aman:
- Jadwalkan backup database dan moodledata secara otomatis, setidaknya harian selama semester berjalan.
- Simpan salinan di lokasi yang berbeda dari server utama.
- Buat backup tambahan sebelum memperbarui Moodle atau memasang plugin baru.
- Uji pemulihan secara berkala di server percobaan, supaya Anda yakin backup benar-benar bisa dipakai.
- Hindari menjadwalkan backup besar pada jam pelajaran atau saat ujian berlangsung.
Shared hosting atau VPS
| Aspek | Shared hosting | VPS |
|---|---|---|
| Biaya awal | Lebih rendah | Lebih tinggi |
| Pengelolaan server | Diurus penyedia | Diurus sendiri, kecuali memilih layanan terkelola |
| Batas sumber daya | Dibatasi per akun dan berbagi server dengan akun lain | Alokasi CPU dan RAM jelas |
| Pengaturan PHP dan cron | Terbatas sesuai kebijakan penyedia | Bebas diatur |
| Cocok untuk | Uji coba dan sekolah kecil dengan aktivitas ringan | Ujian serentak dan penggunaan rutin skala sekolah |
Shared hosting masuk akal untuk memulai, terutama jika penyedia menyediakan instalasi Moodle lewat Softaculous dan mengizinkan cron setiap menit. Saat jumlah pengguna bertambah dan ujian serentak menjadi rutin, VPS memberi kendali yang dibutuhkan. Jika sekolah tidak punya staf yang menguasai server Linux, pilih VPS terkelola atau tetapkan dengan jelas siapa yang bertanggung jawab atas pembaruan keamanan.
Uji sebelum hari ujian
Lakukan simulasi beberapa minggu sebelum ujian pertama. Minta beberapa kelas membuka kuis percobaan secara bersamaan, lalu amati waktu muat halaman dan grafik pemakaian sumber daya di panel hosting. Pastikan juga cache aplikasi Moodle sudah aktif dan PHP menggunakan OPcache. Catat hasil simulasi sebagai dasar keputusan untuk menambah spesifikasi.
Mulailah dari skala kecil, pantau pemakaian selama satu semester, lalu naikkan spesifikasi berdasarkan data nyata. Simpan dokumentasi instalasi, akses panel, dan jadwal backup di tempat yang bisa diakses lebih dari satu orang di sekolah, supaya platform tetap berjalan meskipun operator berganti.
Sumber dan referensi
- Installing Moodle: panduan resmi instalasi Moodle beserta kebutuhan perangkat keras dan perangkat lunak.
- Moodle.org: situs resmi proyek Moodle, termasuk forum komunitas dan catatan rilis.
- Dokumentasi Let's Encrypt: cara kerja sertifikat SSL gratis dan cara memperpanjangnya secara otomatis.